Polres Metro Pantau Stok BBM di SPBU, Pastikan Distribusi Subsidi Tepat Sasaran



 KOTA METRO – Guna mengantisipasi penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dan memastikan situasi tetap aman serta kondusif, personel Polres Metro bersama Polsek Metro Barat melaksanakan kegiatan pengamanan dan monitoring di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Kecamatan Metro Barat, Kota Metro, Senin (26/10/2026) sore.


Kegiatan yang dilaksanakan sekitar pukul 17.00 WIB tersebut merupakan langkah preventif kepolisian untuk mengawasi ketersediaan dan penyaluran BBM, khususnya jenis bersubsidi, agar dapat dimanfaatkan masyarakat sesuai dengan ketentuan yang berlaku.


Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan pemantauan langsung terhadap kondisi SPBU, ketersediaan stok BBM, serta situasi antrean kendaraan. Kehadiran personel kepolisian juga bertujuan untuk mengantisipasi potensi penyalahgunaan BBM bersubsidi, seperti pembelian secara berulang untuk diperjualbelikan kembali, penimbunan, hingga penggunaan kendaraan atau sarana yang tidak sesuai dengan aturan.


Adapun dua SPBU yang menjadi sasaran monitoring berada di wilayah Kecamatan Metro Barat, yakni SPBU DODO 24.341.02 di Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Ganjar Agung, serta SPBU 24.341.09 di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Ganjar Asri, Kota Metro.


Berdasarkan hasil pemantauan di SPBU DODO 24.341.02, stok BBM yang tersedia meliputi Pertalite sebanyak 17.000 liter, Bio Solar 9.000 liter, Pertamax 9.000 liter, Pertamina Dex 1.900 liter, serta Pertamax Turbo sebanyak 900 liter.


Sementara itu, di SPBU 24.341.09, petugas mencatat ketersediaan Pertalite sebanyak 22.118 liter, Bio Solar 840 liter, Pertamax 10.832 liter, Pertamax Turbo 418 liter, serta Pertamina Dex sebanyak 1.295 liter.


Hasil monitoring tersebut menunjukkan bahwa stok BBM di kedua SPBU masih tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Pihak pengelola juga menerangkan bahwa BBM yang tersedia akan langsung disalurkan melalui penjualan kepada konsumen.



Untuk pengiriman BBM, kuota yang diterima SPBU, baik BBM bersubsidi maupun nonsubsidi, dijadwalkan setiap hari dengan jumlah berkisar antara 8.000 hingga 16.000 liter. Jumlah pengiriman tersebut menyesuaikan dengan kuota dan jadwal distribusi yang berlaku.


Dalam pelaksanaannya, penjualan BBM bersubsidi dilakukan menggunakan sistem barcode dengan ketentuan pembelian dan batas maksimal bagi kendaraan sesuai aturan yang berlaku. Sistem tersebut menjadi salah satu mekanisme pengawasan untuk membantu memastikan penyaluran BBM bersubsidi berjalan sesuai peruntukannya.


Pihak pengelola SPBU juga menyampaikan bahwa antrean kendaraan yang relatif panjang terutama terjadi pada pembelian BBM bersubsidi jenis Pertalite dan Solar. Meski demikian, berdasarkan hasil pemantauan petugas, antrean kendaraan di sepanjang akses jalan menuju SPBU masih berlangsung tertib dan tidak ditemukan gangguan menonjol selama kegiatan berlangsung.


Kapolres Metro AKBP Hangga Utama Darmawan, S.I.K., menegaskan bahwa kegiatan monitoring tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat sekaligus mengantisipasi potensi penyalahgunaan BBM bersubsidi.


Menurutnya, pengawasan di lapangan perlu dilakukan secara berkelanjutan agar distribusi BBM dapat berjalan dengan baik, ketersediaan bagi masyarakat tetap terpantau, serta potensi pelanggaran dapat dicegah sejak dini.


“Polri hadir untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif, termasuk dalam pengawasan distribusi BBM bersubsidi. Kami mengimbau masyarakat agar membeli BBM sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku serta tidak melakukan penimbunan maupun pembelian berulang untuk diperjualbelikan kembali,” demikian pesan Kapolres Metro dalam konteks pengawasan tersebut.


Ia juga menekankan pentingnya koordinasi antara kepolisian, pengelola SPBU, dan masyarakat dalam menjaga kelancaran distribusi BBM. Dengan adanya kerja sama yang baik, potensi gangguan keamanan maupun penyalahgunaan BBM bersubsidi diharapkan dapat diminimalkan.


Selain melakukan monitoring, personel Polres Metro bersama Polsek Metro Barat juga melaksanakan pengamanan di masing-masing SPBU. Langkah ini dilakukan untuk menjaga ketertiban antrean kendaraan, memberikan rasa aman kepada masyarakat yang sedang mengisi bahan bakar, serta mengantisipasi kemungkinan terjadinya gangguan kamtibmas.


Pengawasan tersebut sekaligus menjadi bentuk kehadiran Polri dalam memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat. Petugas memastikan aktivitas di SPBU dapat berjalan dengan tertib sehingga masyarakat dapat memenuhi kebutuhan bahan bakar tanpa terganggu oleh tindakan yang berpotensi merugikan kepentingan umum.


Melalui kegiatan ini, Polres Metro mengajak seluruh masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam menjaga ketertiban dan mendukung penyaluran BBM bersubsidi agar tepat sasaran. Masyarakat juga diharapkan tidak melakukan tindakan yang dapat menghambat distribusi atau menyebabkan kelangkaan BBM bagi pengguna lain yang berhak.


Polres Metro akan terus mengoptimalkan kegiatan patroli, pengamanan, dan monitoring di wilayah hukumnya sebagai langkah preventif untuk menjaga stabilitas kamtibmas serta memberikan rasa aman kepada masyarakat.


Secara keseluruhan, kegiatan pengamanan dan monitoring di kedua SPBU wilayah Kecamatan Metro Barat tersebut berlangsung aman dan kondusif. Stok BBM terpantau masih tersedia, sementara antrean kendaraan di sekitar SPBU tetap tertib.


Dengan adanya pengawasan secara langsung dari personel kepolisian, diharapkan penyaluran BBM di wilayah Kota Metro dapat berlangsung lancar, penyalahgunaan BBM bersubsidi dapat dicegah, dan kebutuhan masyarakat terhadap bahan bakar tetap terpenuhi sesuai ketentuan yang berlaku.

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tunjukan SIM Palsu Kepada Polisi, Seorang Supir Di Amankan Ke Polres Metro

Mutasi Ditubuh Polri, Beberapa Pejabat Utama Polda Lampung dan Kapolres Polda Lampung Alami Penyegaran

*Mutasi Jabatan, Polda Lampung Gelar Sertijab Sejumlah Pejabat Utama dan Kapolres*