Penjaga Rumah Walet Ditemukan Meninggal di Kamar Mandi, Polisi Lakukan Olah TKP
METRO – Warga di Jalan Raden Intan, RT 21/RW 04, Kelurahan Imopuro, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro, digemparkan dengan penemuan seorang pria yang meninggal dunia di dalam kamar mandi rumah penunggu gedung walet, Minggu (20/9/2026) malam.
Korban diketahui berinisial B.W. (54), seorang buruh harian lepas yang selama ini tinggal seorang diri di rumah tersebut untuk menjaga rumah sarang burung walet milik seseorang dari Jakarta.
Peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 21.00 WIB setelah seorang warga bernama Suranto (52), yang merupakan tetangga korban, merasa curiga lantaran sepeda motor milik korban telah terparkir di teras rumah selama kurang lebih dua malam dengan posisi yang sama.
Kecurigaan tersebut kemudian mendorong Suranto menghubungi Ketua RT dan Ketua RW setempat untuk bersama-sama mengecek kondisi korban yang diduga masih berada di dalam rumah.
Setibanya di lokasi, para saksi melakukan pengecekan di sekitar rumah. Saat itu, mereka mencium aroma tidak sedap yang berasal dari dalam bangunan. Setelah ditelusuri, bau tersebut diketahui berasal dari arah kamar mandi.
Para saksi kemudian menemukan korban telah dalam kondisi meninggal dunia di dalam kamar mandi. Salah satu saksi selanjutnya menghubungi personel piket Polres Metro dan Babinsa untuk melakukan pengecekan serta penanganan lebih lanjut.
Personel Polres Metro yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi bersama Unit Identifikasi, piket siaga dan SPKT. Petugas kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan sejumlah barang yang ditemukan di lokasi serta meminta keterangan dari para saksi.
Saat petugas Unit Identifikasi tiba, kondisi TKP masih dalam keadaan status quo. Korban ditemukan dalam posisi tertelungkup di kamar mandi, dengan kaki berada di closet, sementara tubuh tertahan pada bak mandi. Bagian wajah korban berada di dalam bak mandi, namun tidak dalam kondisi tenggelam.
Dari pemeriksaan awal di lokasi, korban diketahui mengenakan kaos dan celana dalam kondisi setengah terbuka. Kondisi tersebut diduga korban hendak buang air besar sebelum akhirnya ditemukan telah meninggal dunia.
Petugas juga melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah. Dari pemeriksaan tersebut, tidak ditemukan tanda-tanda bekas kekerasan pada tubuh korban. Namun, kondisi jenazah telah mengalami pembusukan, terutama pada bagian wajah dan tangan.
Selain itu, petugas menemukan sejumlah barang milik korban di lokasi, di antaranya satu unit telepon seluler, satu unit sepeda motor Yamaha Jupiter, satu buah dompet berwarna hitam, KTP, STNK sepeda motor serta satu buah tas berwarna hitam.
Kapolres Metro AKBP Hangga Utama Darmawan, S.I.K melalui personel yang menangani kejadian tersebut menegaskan bahwa proses penanganan dilakukan sesuai prosedur, mulai dari pengamanan TKP, pemeriksaan kondisi jenazah, olah TKP, pengumpulan barang bukti hingga meminta keterangan saksi-saksi.
Polisi juga telah menghubungi pihak keluarga korban untuk menyampaikan informasi mengenai kejadian tersebut. Setelah menerima penjelasan terkait kondisi korban, pihak keluarga menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan tidak bersedia dilakukan autopsi terhadap jenazah.
Selanjutnya, jenazah korban dibawa ke rumah duka perkumpulan gotong royong untuk dilakukan proses pengurusan jenazah oleh pihak keluarga dan perkumpulan terkait.
Polres Metro memastikan proses penanganan penemuan mayat tersebut dilakukan secara menyeluruh dengan tetap memperhatikan kondisi TKP, keterangan para saksi serta barang-barang yang ditemukan di lokasi.
Komentar
Posting Komentar